Translate

Sunday, 14 October 2012

LOKASI PARIWISATA KOTA MEDAN (SUMATERA UTARA)


HI GUYS,,,,jumpa lagi di sore hari ini saya akan bercerita tentang sumatera utara, salah satunya kota Medan bung!!! tempat Opung, nangtulang dan family ku tinggal, walaupun saya tidak tinggal di Indonesia sekarang, aku cinta Indonesia,,, mau tau kan tentang kota medan?
Ok,,,,,, kita mulai dari,,,,,, mana ya? aha!!!

Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.

SEJARAH KOTA MEDAN

Medan didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590. John Anderson, orang Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan seorang pemimpin bernama Tuanku Pulau Berayan sudah sejak beberapa tahun bermukim disana untuk menarik pajak dari sampan-sampan pengangkut lada yang menuruni sungai. Pada tahun 1886, Medan secara resmi memperoleh status sebagai kota, dan tahun berikutnya residen Pesisir Timur serta Sultan Deli pindah ke Medan. Tahun 1909, Medan menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran. Dewan kota yang pertama terdiri dari 12 anggota orang Eropa, dua orang bumiputra, dan seorang Tionghoa.[9]

Pemandangan udara kota Medan pada tahun 1920-an

Daerah Kesawan tahun 1920-an
Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terdapat dua gelombang migrasi besar ke Medan. Gelombang pertama berupa kedatangan orang Tionghoa dan Jawa sebagai kuli kontrak perkebunan. Tetapi setelah tahun 1880 perusahaan perkebunan berhenti mendatangkan orang Tionghoa, karena sebagian besar dari mereka lari meninggalkan kebun dan sering melakukan kerusuhan. Perusahaan kemudian sepenuhnya mendatangkan orang Jawa sebagai kuli perkebunan. Orang-orang Tionghoa bekas buruh perkebunan kemudian didorong untuk mengembangkan sektor perdagangan. Gelombang kedua ialah kedatangan orang Minangkabau, Mandailing dan Aceh. Mereka datang ke Medan bukan untuk bekerja sebagai buruh perkebunan, tetapi untuk berdagang, menjadi guru dan ulama.
Sejak tahun 1950, Medan telah beberapa kali melakukan perluasan areal, dari 1.853 ha menjadi 26.510 ha pada tahun 1974. Dengan demikian dalam tempo 25 tahun setelah penyerahan kedaulatan, kota Medan telah bertambah luas hampir delapan belas kali lip

Istana Maimun

Istana Maimun adalah salah satu dari ikon kota Medan, Sumatera Utara, terletak di kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun.
Didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888, Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan.
Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia, namun sayang keadaanya kurang terurus sekarang. Jika kita melewati tempat ini pada sore hari, kita bahkan bisa melihat anak-anak bermain sepak bola di halaman istana ini.
Istana Maimun Medan (tiket masuk sekitar Rp 15.000 / orang – buka jam 08.00 – 17.00)
Cantik kan? sekarang aja masih cantik, kalo dulunya,, wahhh past megah sekali...





Oya guys,,,, kalau berkunjung ke Istana Maimun jangan lupa singgah ke Mesjid Raya Medan,,, dekat kok dari Istana Maimun,,, tinggal jalan kaki aja,,
Masjid Raya Medan atau Masjid Raya Al Mashun merupakan sebuah masjid yang terletak di Medan, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909. Pada awal pendiriannya, masjid ini menyatu dengan kompleks istana. Gaya arsitekturnya khas Timur Tengah, India dan Spanyol. Masjid ini berbentuk segi delapan dan memiliki sayap di bagian selatan, timur, utara dan barat.

 Sejarah pembangunan
Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Al Mashun pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H). Keseluruhan pembangunan rampung pada tanggal 10 September 1909 (25 Sya‘ban 1329 H) sekaligus digunakan ditandai dengan pelaksanaan sholat Jum’at pertama di masjid ini. keseluruhan pembangunannya menghabiskan dana sebesar satu juta Gulden. Sultan memang sengaja membangun mesjid kerajaan ini dengan megah, karena menurut prinsipnya hal itu lebih utama ketimbang kemegahan istananya sendiri, Istana Maimun. Pendanaan pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh Sultan, namun konon Tjong A Fie, tokoh kota medan dari etnis Thionghoa yang sejaman dengan Sultan Ma’mun Al Rasyd turut berkontribusi mendanai pembangunan masjid ini
Arsitektural
Pada awalnya Masjid Raya Al Mashun di rancang oleh Arsitek Belanda Van Erp yang juga merancang istana Maimun, namun kemudian proses-nya dikerjakan oleh JA Tingdeman. Van Erp ketika itu dipanggil ke pulau Jawa oleh pemerintah Hindia Belanda untuk bergabung dalam proses restorasi candi Borobudur di Jawa Tengah. Sebagian bahan bangunan diimpor antara lain: marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia, Jerman dan kaca patri dari Cina dan lampu gantung langsung dari Prancis.


Interior Masjid Raya Medan
JA Tingdeman, sang arsitek merancang masjid ini dengan denah simetris segi delapan dalam corak bangunan campuran Maroko, Eropa dan Melayu dan Timur Tengah. Denah yang persegi delapan ini menghasilkan ruang bagian dalam yang unik tidak seperti masjid masjid kebanyakan. Di ke empat penjuru masjid masing masing diberi beranda dengan atap tinggi berkubah warna hitam, melengkapi kubah utama di atap bangunan utama masjid. Masing masing beranda dilengkapi dengan pintu utama dan tangga hubung antara pelataran dengan lantai utama masjid yang ditinggikan, kecuali bangunan beranda di sisi mihrab.
Bangunan masjidnya terbagi menjadi ruang utama, tempat wudhu, gerbang masuk dan menara. Ruang utama, tempat sholat, berbentuk segi delapan tidak sama sisi. Pada sisi berhadapan lebih kecil, terdapat ‘beranda’ serambi kecil yang menempel dan menjorok keluar. Jendela-jendela yang mengelilingi pintu beranda terbuat dari kayu dengan kaca-kaca patri yang sangat berharga, sisa peninggalan art nouveau periode 1890-1914, yang dipadu dengan kesenian Islam. Seluruh ornamentasi di dalam mesjid baik di dinding, plafon, tiang-tiang, dan permukaan lengkungan yang kaya dengan hiasan bunga dan tumbuh-tumbuhan. di depan masing-masing beranda terdapat tangga. Kemudian, segi delapan tadi, pada bagian luarnya tampil dengan empat gang pada keempat sisinya, yang mengelilingi ruang sholat utama.[1]
Gang-gang ini punya deretan jendela-jendela tak berdaun yang berbentuk lengkungan-lengkungan yang berdiri di atas balok. Baik beranda dan jendela-jendela lengkung itu mengingatkan disain bangunan kerajaan-kerajaan Islam di Spanyol pada Abad Pertengahan. Sedangkan kubah mesjid mengikuti model Turki, dengan bentuk yang patah-patah bersegi delapan. Kubah utama dikitari empat kubah lain di atas masing-masing beranda, dengan ukuran yang lebih kecil. Bentuk kubahnya mengingatkan kita pada Mesjid Raya Banda Aceh. Di bagian dalam masjid, terdapat delapan pilar utama berdiameter 0,60 m yang menjulang tinggi untuk menyangga kubah utama pada bagian tengah. Adapun mihrab terbuat dari marmer dengan atap kubah runcing. Gerbang mesjid ini berbentuk bujur sangkar beratap datar. Sedangkan menara mesjid berhias paduan antara Mesir, Iran dan Arab.

Rumah Tjong A Fie di kawasan Jl. Jend. Ahmad Yani (Kesawan).

NAH ini dia saya akan berbagi info tentang Tjong A Fie,,,

Tjong A Fie adalah seorang wirausahawan, bankir, dan industriawan Tionghoa. Ia lahir di Meixian, Sunkow, provinsi Kuangtung, di Tiongkok pada tahun 1860. Tjong A Fie datang dari Mexian ke Medan pada tahun 1875 dengan hanya membawa beberapa koin perak di tangannya. Bersama saudaranya yang bernama Tjong Yong Hian, mereka berhasil membangun sebuah usaha dalam bidang perkebunan.


Perusahaannya sendiri mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan dan dia menjadi salah satu orang Tionghoa terkaya di Sumatra. Keberhasilannya tersebut membuat dia mempunyai hubungan yang dekat dengan para petinggi-petinggi Medan pada saat itu, di antaranya Sultan Deli Makmun Al Rasjid dan pejabat-pejabat kolonial Belanda. A Fie pun lalu dilantik sebagai Kapitan Tionghoa (Majoor der Chineezen), pemimpin komunitas Tionghoa di Medan, menggantikan Yong Hian yang wafat. Selain itu, sifatnya yang dermawan dan banyak melakukan kerjasama dalam pembangunan Kota Medan, menjadikannya semakin dikenal. Salah satu peninggalannya yang masih cukup terkenal hingga saat ini adalah rumahnya di kawasan Kesawan Jalan Jenderal Ahmad Yani no 105, Medan.


"Rumah ini sudah berusia 109 tahun. Proses pembangunannya sendiri mulai dari tahun 1895 hingga 1900. Jadi usianya memang sudah tua kalau bangunannya ini," terang Fahrizal, Pegawai Musium, yang juga tergabung dalam Tjong A Fie Memorial Institut, kemarin (16/7). Dengan menyatukan sentuhan artistic bangunan Tionghoa, Eropa, dan Melayu, menjadikannya salah satu ikon kota Medan. Kini rumahnya menjadi museum, yang bisa dikunjungi kapan saja oleh masyarakat Kota Medan, dan wisatawan. Museum ini, juga terbuka untuk umum, tidak hanya kelompok warga Tionghoa saja yang bisa mengunjunginya.


Museum ini buka pada setiap harinya, mulai pukul 09.00 wib hingga 17.00 wib. Dengan harga tiket masuk Rp35 ribu. "Seperti halnya bangunan lainnya, museum ini juga butuh perawatan, apalagi masih banyak perabotan yang masih original dari zaman dahulu. Dan perawatan itu, untuk menjaga keawetannya, agar masih bisa dipertahankan,


Pada bulan Juli hingga 18 Agustus, museum ini mengadakan pameran foto Tjong A Fie. Dimana foto-foto itu didapat dari KITLV, sebuah lembaga penelitian di Belanda, yang meorientasikan penelitian pada masyarakat yang ada di Asia Tenggara dan Carabian. "Karena dokumentasi lengkap adanya pada mereka,
Selain foto-foto dokumentasi perjalanan hidup dari Tjong A Fie, juga ada perjalanan sejarah dari pembangunan Kota Medan. Kediaman Tjong A Fie sendiri memiliki bangunan dua tingkat, dengan 40 ruangan, dan 25 kamar. Dengan interior mengedepankan falsafah Tionghoa, dalam menjalankan sebuah kehidupan di dunia, agar meraih kesuksesan. Dari segi bangunannya, tidak ada yang berubah, semua dipertahankan. Sama halnya dengan beberapa perabotan yang masih bisa ditemui ketika mengunjungi museum Tjong A Fie.

Ketika mengunjungi museum Tjong A Fie, beberapa pemandu akan menyambut dan siap untuk menjelaskan ruangan yang ada di kediaman Tjong A Fie secara satu persatu. Sama halnya ketika wartawan koran ini mengunjunginya. Ruangan pertama yang ditunjukkan adalah ruang yang banyak memajang foto-foto perjalanan pembangunana Kota Medan. Kemudian, menuju dapur yang masih terdapat perabotan jaman dahulu. Yang digunakan untuk menyiapkan makanan, seperti tungku, lemari, dan tempat penyimpanan air. Selain itu, dapur juga terdapat satu ruang diatas untuk menjemur makanan kering. Untuk menuju ke tempat penjemuran ini, tersedia tangga yang masih original bangunannya.

Selanjutnya, ruangan berikutnya adalah ruang makan. Terdapat satu set meja makan yang selalu digunakan oleh Tjong A Fie bersama istri dan anak-anaknya. Di ruang makan ini, terdapat foto istri ketiga Tjong A Fie Liem Kue Yap, yang merupakan istri terakhinya, yang memberikannya 7 orang anak. Dari ruang makan ada satu pintu yang bisa menghubungkan langsung pada kamar tidur Tjong A Fie.

Dikamar ini, perabotannya lebih ramai lagi, dan masih asli. Mulai dari tempat tidur yang klasik dengan tirai, lemari pakaian yang masih kokoh, meja rias, cermin, dan beberapa pernak-pernik yang digunakan Tjong A Fie. Serta ada album perjalanan karir dari Tjong A Fie, pengunjung juga dapat melihat beberapa foto Tjong A Fie yang berada di kamarnya. Kemudian ada satu ruang yang disebut ruang Altar, dimana ruangan ini hadir untuk penghormatan Tjong A Fie terhadap leluhurnya.

Di Altar terdapat batu nisan dari Tjong A Fie, orangtuanya, kakeknya, dan bunyutnya. Serta ketiga istri, dan anak-anaknya yang sudah meninggal. "Anak dari Tjong A Fie yang masih hidup tinggal satu saja


Di ruang Altar ini untuk bagian atasnya terdapat lukisan yang mengangkat sebuah falsafah cina. Disamping kiri ruang Altar, ada satu kamar yang diperuntukkan kepada anak paling sulung Tjong A Fie, yaitu Queeny Chang. Dan kini digunakan untuk tempat meletakkan beberapa foto dokumentasi dari Tjong A Fie. ada lagi beberapa ruang pada bangunan bagian bawah ini. Dilantai satu juga terdapat satu ruangan khusus, untuk menjamu Sultan Deli pada masa itu, yang di sebut Melayu Room. Karena Tjong A Fie juga berteman akrab dengan Sultan Deli.

kipas angin, atau AC, jadi ruangan didesain dengan jendela yang besar dalam jumlah yang banyak. Dilantai dua ini, ada ruangan dimana sering digunakan untuk menjamu tamu-tamu Eropa. Karena desaignnya yang disengaja luas, untuk melakukan dansa bersama pada masa itu. Satu ruangan lagi adalah Kuil Dewa Kwan Te Kong, yang sering digunakan untuk bersembahyang keluarga besar Tjong A Fie. Selain itu juga sering digunakan dalam sebuah pertemuan bisnis, karena terdapat satu set meja pertemuan.


Gedung London Sumatera

Gedung London Sumatera yang berada di Kota Medan telah dibangun sejak tahun 1906 yang berfungsi sebagai kantor perusahaan perkebunan milik Harrisons & Crossfield Plc, perusahaan perkebunan dan perdagangan yang berpusat di London. Desain arsitekturnya menampakkan gaya transisi yang mirip dengan rumah-rumah di London.
Gedung London Sumatera terletak di Kota Medan, Sumatera Utara. Tepatnya berada dalam wilayah administratif Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.

Kantor Pos Medan

Kantor Pos Besar yang terletak di sisi utara lapangan Merdeka Medan kini tampak masih berdiri kokoh di usianya yang hampir mencapai 100 tahun.
Bangunan yang berdiri tahun 1911 ini relatif lebih terawat ketimbang bangunan tua yang masih berdiri di Medan. Ada banyak bangunan tua bersejarah di Medan terancam ambruk karena diterlantarkan begitu saja.


Gedung kantor pos besar Medan yang usia nya hampir 100 tahun tersebut merupakan salah satu ikon kota Medan.
Dikatakannya, disamping gedung Kantor Pos Besar Medan, dulunya ada sebuah bangunan yang di sebut balai prajurit, merupakan sebuah tempat pertemuan.
Menurutnya Kantor Pos Besar Medan tersebut memiliki ciri khas seperti bangunan peninggalan Belanda umumnya.

“Seperti bangunan kantor pos besar Medan, bangunan tua bersejarah lainnya yang ada di Medan hendaknya juga tetap dirawat dan dipertahankan sebagai aset sejarah.

Gedung Balai Kota Medan


Gedung Balai Kota Medan sudah berdiri sejak 1906 dan hingga kini bangunan ini masih terlihat kokoh. Bangunan yang terletak di pusat Kota Medan ini pernah mengalami perbaikan pada tahun 1923. Usianya yang lama membuat bangunan ini menjadi salah satu tempat wisata sejarah di Kota Medan.

     Desain klasik dan memiliki fungsi yang sangat penting pada masa lalu membuat bangunan ini memiliki nilai sejarah tersendiri. Tempat ini sempat lama menjadi kantor walikota. Sedikitnya 12 walikota pernah berkantor disana, terhitung walikota yang pertama tahun 1945 Mr.Luat Siregar sampai yang terakhir berkantor disana adalah tahun 1990 H.Agus Salim Rangkuty.

     Keaslian bangunan hingga kini masih tetap dipertahankan. Meski bukan menjadi Gedung Balai Kota seperti dahulu, tapi kini tempat ini lebih terawat. Sejak tahun 2005 bangunan ini dikelola oleh Grand Aston Hotel.

     Hotel ini berada di lokasi paling strategis, yaitu di titik nol kilometer Kota Medan. Hotel ini memiliki konsep yang sama sekali berbeda dengan hotel lainnya. Hotel satu-satunya yang terintegrasi dengan heritage (warisan sejarah).

     Kemudian, Merdeka Walk sebagai pusat jajan yang persis berada di depannya secara tidak langsung bisa dikatakan menjadi daya tarik tersendiri bagi hotel ini. Coba sesekali duduk malam hari di Merdeka Walk sambil memandang hotel ini, seakan terasa berada di suatu tempat paling mewah.

Titi Gantung (sebuah jembatan di atas rel kereta api)


Bangunan bersejarah yang bernama Titi Gantung di Kota Medan yang sekarang sudah menjadi sebuah obyek wisata yang kerap dikunjungi oleh para wisatawan. Obyek wisata Titi Gantung ini sendiri adalah sebuah jembatan di atas sebuah rel kereta api yang dulunya dibangun untuk memfasilitasi para pejalan kaki yang ingin menyebrang untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti menaiki kereta api dan menonton berbagai macam acara yang kerap diadakan di Lapangan Merdeka. sebut saja jalan alternatif warga menuju Stasiun Kereta Api dan Lapangan Merdeka Medan.



Itulah sebabnya mengapa Titi Gantung ini memiliki lokasi yang berdekatan dengan stasiun kereta api dan Lapangan Merdeka.

Selain memiliki arsitektur yang unik, obyek wisata Titi Gantung ini juga memiliki berbagai macam fungsi. Salah satu dari fungsi Titi Gantung ini adalah untuk menghubungkan Jalan Veteran dengan Jalan Pulau Pinang melalui dua pintu gerbang yang berada di bawahnya.

Namun, nampaknya pintu gerbang ini hanya terbuka pada saat malam hari saja dimana sudah tidak ada lagi kereta api atau lokomotif yang beroperasi. Selain itu, obyek wisata Titi Gantung ini juga memiliki konstruksi bangunan yang kokoh.

Hal ini dibuktikan oleh temboknya yang kokoh, kelebarannya yang terbuat dari besi yang kokoh, dan juga lantainya yang beraspal. Membuktikan bahwa, arsitektur yang unik tersebut bukan hanya untuk penampilan saja

Menara Air (yang merupakan ikon kota Medan)

Menara air yang bernama Tirtanadi ini pada jamannya menjadi bangunan penanda kota Medan. Inilah ikon kota Medan yang sebenarnya. Dia dulu memang tidak cuma sebagai landmark, tetapi juga sangat berguna untuk mengalirkan air bersih ke seluruh pelosok kota Medan. Pertumbuhan kota yang semakin membutuhkan pasokan air lebih banyak tentu tidak bisa lagi dilayani menara air yang masih berdiri megah di kota Medan ini. Sekarang menara air ini sudah bukan landmark kota lagi karena mulai terhimpit bangunan tanpa cita rasa dan tanpa tertata di sekelilingnya. Tak lupa kemacetan parah disekitarnya.:).....
.
Menara ini merupakan peninggalan sejarah pemerintahan kolonial Belanda dengan Nomor Bangunan No. 3D-036 dan tahun penyelesaian 1908. Klo gak salah dibangun mulai tahun 1896 mendahului perusahaan-nya yang dibentuk kemudian. Nama resminya adalah Menara Air di jalan Pandu, kalo dulu cukup dengan Menara Air saja. Namun lebih dikenal sebagai Menara Air Tirtanadi. Alamat resmi Menara Air ini di JL.Sisingamangaraja No.1. Lokasinya pas di persimpangan jalan Sisingamangaraja, Jl. Pandu, Jl. Cirebon, dan Jl. Hj. Ani Idrus.
..
Menara Air ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi yang didirikan pada tanggal 23 September 1905 dengan nama NV. Water Leiding Maatschappij Ajer Beresih yang berkantor pusat di Amsterdam negeri Belanda. Sepertinya akrab tuh dengan istilah 'Leiding', 'Ajer Beresih', hehehe. Dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Sumatera Utara No.11 tahun 1979 perusahaan ini resmi menggunakan nama yang sekarang (Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi) disingkat PDAM Tirtanadi yang berlokasi di Jl.Sisingamangaraja No.1 Medan.
.
.
Menara air ini dekat sekali dengan Hotel 'Novotel' Soechi International Medan di Jl. Cirebon 67A, Medan. Cukup jalan kaki dari hotel ke menara air ini. Bahkan dari depan hotel kita sudah dapat melihat menara air ini.

Saturday, 13 October 2012

Lokasi pariwisata di Aceh

Aceh merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera, Banyak ke indahan alam dan keunikan traditional culture.
Ok saya kan mulai  bercerita tentang Aceh :)

Propinsi Aceh termasuk daerah istimewa ini terbagi dalam 17 Kabupaten dan 4 pemerintahan kota, masing-masing dengan keunikan seni dan budayanya yang tinggi. Masyarakatnya terdiri dari 10 suku asli yaitu suku Aceh, suku Gayo, suku Alas, suku Aneuk Jamee, suku Melayu Tamiang, sukun Kluet, suku Devayan, suku Sigulai, suku Haloban, suku Julu. Terbesar adalah suku Aceh, yang menyebar di berbagai wilayah. Sceh dengan kerajaan Islamnya dikenal dalam pergaulan dunia sebagai sebuah negeri yang makmur dan tercatat di urutan lima besar dalam pengembangan Islam di dunia. Berbagai objek wisata alam dan peninggalan sejarah dengan mudah dapat disaksikan di berbagai tempat di Aceh.

Pantai Lhok Nga dan Lampu’uk
Bagi anda yang menyukai rekreasi pantai, anda bisa mengunjungi pantai Lhok Nga dan Lumpu’uk, pantai dengan pemandangan indah di sebelah barat Kota Banda Aceh. Meskipun fasilitasnya masih sederhana, namun pantai ini menjadi tujuan rekreasi yang populer bagi masyarakat setempat.














Pantai Gapang dan Iboih
Pantai yang paling indah di Pulau Weh terdapat di Gapang dan Iboih. Selain pantainya yang indah, pulau ini juga memiliki lokasi penyelaman dan snorkeling yang menarik dan juga kawasan wisata hutan yang terletak di tengah pulau. Bagi anda yang suka dengan kegiatan menyelam dan snorkeling, di Gapang dan Iboih terdapat banyak lokasi penyelewengan peralatan.
 Indah kan pantai di aceh? marilah kunjungi beramai2 nusantara kita, lebih indah negara sendiri dari pada luar negeri loo,,,Kita seharu nya bangga dengan indonesia.

Ada lagi lo pantai yang lain,, mau tau kan? ayo kita lihat yang lainya..

Pantai Paradiso
Kota Sabang memiliki beberapa objek wisata  khususnya wisata pantai.  Tak jauh dari pusat kota, 10 menit berjalan kaki, terdapat Pantai Paradiso dengan Pasir Pantainya yang putih serta suasana yang teduh karena banyak tumbuh pohon kelapa yang menaungi kawasan pantai.


Ini lah dia pantai Paradiso, ETssss bukan dibali looo tapi pantai paradiso di  Kota sabang,,, sudah bacakan keterangan diatas, he he he



Temen-temenku semua, kalo ke pantai paradiso belum lengkap rasanya kalo tak mencoba kulinernya ya itu mie aceh kepiting,,, hmmmm yamieeee,,,

Ini sih masih satu dari beribu ribu kuliner yang ada di aceh, masih banyak lain lainya,,, lain kali saya becerita tentang kuliner aceh A-Z, ok kawan kawan!!!!








Pantai Kasih dan Pantai Sumur Tiga
Pantai lainnya yang berlokasi di dekat kota adalah Pantai Kasih dan Pantai Sumur Tiga yang merupakan kawasan piknik yang cukup populer, lokasi ini berada 30 menit berjalan kaki dari pusat kota Sabang.



Pulau WehDi lepas pantai utara Banda Aceh terdapat sebuah pulau cantik bernama Pulau Weh. Kota Sabang terdapat di Pulau Weh atau juga sering disebut dengan Pulau Sabang. Di pulau ini anda dapat menikmati sejumlah lokasi pantai dengan pemandangan indah dihiasi nyiur melambai. Sebuah jalan yang mulus telah dibangun sehingga memungkinkan bagi anda yang ingin mengunjungi lokasi wisata alam Pulau Weh lengkap dengan keindahannya

Ayo siapa yang belum pernah ke pulau weh??? nahhh kalo belum pernah kesana, coba planing untuk pergi kesana, saya sudah kasih peta nih,,, he he jangan tersesat ya,,









Pulau Rubiah
Sekitar 100 meter dari Pantai Iboih terdapat Pulau Rubiah yang merupakan pulau kecil ditumbuhi hutan lebat dengan pantainya yang memiliki tanaman laut yang sangat indah yang dikenal dengan nama Kebun Laut.



Selain keindahan pantai pulai rubiah juga tempat incaran para penyelam lo,,, ke anekaragaman hayati bawah launya sungguh menawan hati,,, 

Danau Aneuk Laot (Danau Anak Laut)
Sekitar 2 kilometer dari Kota Sabang, terdapat Danau Aneuk Laot (Anak Laut) yang menjadi sumber kebutuhan air tawar di kota ini. Di dekat danau ini terdapat sebuah bukit di mana dari atasnya dapat melihat pemandangan ke arah pelabuhan dan teluk Sabang. Sekitar 17 kilometer dari Sabang terdapat Gunung berapi yang kadang-kadang mengeluarkan asap  dari kawah di puncaknya.



Air Terjun Tingkat Tujuh
Tapaktuan terletak sekitar 200 km di selatan Meulaboh ddan merupakan kota terbesar di Aceh Selatan. Salah satu objek yang menarik di Tapaktuan adalah Air Terjun Tingkat Tujuh. Disebut demikian karena air baru sampai ke permukaan tanah setelah melewati tujuh buah terjunan dan setiap lokasi terjun membentuk sebuah kolam di mana kolam tersebut bisa dimanfaatkan pengunjung untuk mandi mandi


 

Pantai Tu’i Lhok
Berada sekitar 18 kilometer di sebelah utara Tapaktuan, terdapat Pantai Tu’i Lhok, merupakan pantai yang paling bagus di kawasan Tapaktuan. Di dekat pantai ini terdapat sebuah air terjun kecil di mana para wisatawan dapat mencuci badan setelah berenang di laut. Air terjun yang lebih besar terdapat di Pantai Air Dingin yang berada di selatan Pantai Tu’i Lhok.


Pulau Simeuleu
150 km dari lepas Pantai Tapaktuan terdapat Pulau Simeuleu pulau terpencil yang dikenal karena hasil perkebunannya yaitu cengkeh dan kelapa. Selain itu tidak ada lagi yang dihasilkan dari pulau ini meski demikian Pulau Simeuleu memiliki suasana yang tenang dengan penduduknya yang ramah. Untuk menuju ke Pulau Simeuleu dapat menumpang kapal dari Meulaboh ke Sinabang atau pesawat udara tiga kali seminggu dari Medan via Meulaboh.



Teluk Jamin
Teluk Jamin adalah sebuah desa pantai yang terletak 70 km selatan Tapaktuan dan merupakan salah satu tempat keberangkatan untuk menuju ke Kepulauan Banyak. Untuk menuju ke Teluk Jamin dapat menumpang bis umum yang banyak melewati Teluk Jamin dalam perjalanan menuju ke Tapaktuan di utara, Subulus Salam dan Sidikalang di Selatan.



Kepulauan Banyak
Berada sekitar 30 km dari lepas pantai Singkil di Kabuapten Aceh Singkil, Kepulauan ini merupakan kumpulan pulau yang terdiri dari 99 pulau besar dan kecil dan sebagian besar tidak berpenghuni. Ombaknya tenang, pulaunya indah dengan daya taraik taman laut dan berbagai ikan hias. Banyak wisatawan yang datang karena ingin melakukan wisata petualangan atau ingin mencoba gaya hidup kembali ke alam dan menikmati panorama yang masih asli.



 Peny ini salah satu keanekaragaman hayati yang ada di Pulau banyak, dan masih banyak lagi yang lain, seperti terumbu karang, ikan, anemon laut , rumput laut dan masih banyak deh,,,

 Mereka ini lagi meneliti penyu yang sedang betelur dalam rangka konservasi atau sering juga disebut melindungi dan penangkaran hewan langka.
Nah ini dia telur - telur penyu nya, ayo siapa yang suka makan telur penyu?, teman- teman jangan makan telur penyu lagi ya, kan kasihan mereka, mari lestarikan bumi indonesia dari hal- hal yang kecil sekalipun, seperti melestarikan hewan -hewan langka ini...


 Nah ini dia si penyu yang berada di tepi pantai mau bertelur nih,,
Temen-temen tau gak gambar apa yg ada di sebelah kanan? nah !!! betul itu ada keong laut, tapi saya pun gak tau jenis apa, tapi unikkan? tentu dong,,,,,
Dan yang satu ini adalah burung SERIDIT salah satu prnghuni di pulau banyak... kicauwannya sangat merdu,,, dan juga warna bulunya yg hijau pupus membuat kita tidak bosan menatapnya...

Pulau Bangkaru
Anda juga dapat mengunjungi Pulau Bangkaru untuk melihat kura kura raksasa yang muncul di pantai setiap bulan Januari dan Februari atau kura kura hijau selalu ada sepanjang tahun. kura-kura ini dilindungi oleh sekelompok pecinta hewan dan lingkungan Turtle Fondation dari tangan orang-orang tidak bertanggung jawab yang ingin mengambil kura-kura ini untuk keuntungan pribadi. Jika tertarik untuk melihat kura-kura ini anda dapat menghubungi Turtle Fondation di desa Balai, Pulau balai, yang menyediakan paket perjalanan Pulau Bangkaru selama 3 hari. tersedia kapal motor yang berangkat dari Singkil dan Teluk Jamin di pantai barat Aceh menuju ke Pulau Balai yang merupakan pintu masuk  ke Pulau Bangkaru dengan waktu tempuh selama sekitar 4 jam. Jadwal keberangkatan kapal terkadang berubah karena kondisi cuaca di laut atau kapal menunggu penumpang sampai penuh sebelum berangkat.




Danau Laut Tawar
Di dekat Kota Tankengon, Aceh Tengah, terdapat Danau Laut Tawar yang memiliki panjang 26 km dan lebar 5 km serta kedalaman 50 meter. Danau ini dikelilingi oleh perbukitan yang memiliki lereng yang sangat curam dan juga sebuah gunung berapi Burni Telong dengan ketinggian 2.500 meter. Di utara danau terdapat Gunung Geureundong dengan ketinggian 2855 meter.




Gua Loyang Karo dan Gua Loyang Putri Pukes
Masih di sekitar Danau Laut Tawar terdapat sejumlah gua yang dapat dikunjungi wisatawan antara lain Gua Loyang Karo dan Gua Loyang Putri Pukes. Gua pertama berada di tepi danau, di dalam gua terdapat stalagtit  dan menjadi kediaman hewan kelelawar. Gua ini berada sekitar 6 km dari Takengon, pengunjung dapat menumpang kendaraan umum labi-labi dari Takengon (jalan Baleatu) ke Gua Loyang Karo dan Gua Loyang Putri Pukes. Anda perlu membawa alat penerangan seperti senter jika ingin masuk ke dalam gua.  Sekitar 4 km melewati Gua Loyang Karo ada Gua Loyang Putri Pukes. Di dalamnya terdapat sebuah batu yang menurut cerita legenda dulunya adalah seorang wanita bernama Putri Pukes yang berubah menjadi batu karena kawin dengan pria asing dan tidak mau menuruti perintah ibunya. Namun sayang, erosi telah  merubah bentuk batu ini.






Wisata Air Panas Belerang Simpang Balik
Berada sekitar 15 km utara Takengon. Air panas di tempat ini disebut-sebut dapat menyembuhkan sejumlah penyakit kulit. Untuk menuju ke tempat ini anda dapat menumpang  labi-labi dari takengon menuju ke arah Bireun dan turun di simpang Balik. Lokasi air panas terletak 100 meter dari jalan raya.





Taman Nasional Gunung Leuser
Merupakan salah satu kawasan perlindungan flora dan fauna terbesar di Asia Tenggara. Diperkirakan terdapat sekitar 3.500 jenis flora di taman nasional ini. Tumbuhan langka yang terdapat di dalam taman nasional antara lain dari jenis rafflesia zippelni. Kawasan taman nasional ini meliputi hutan rawa di Pantai Barat Aceh hingga kawasan hutan hujan lebat tropis yang berada di dataran rendah bagian tengah. Masyarakat dunia menyebut Taman Nasional Gunung Leuser sebagai salah satu paru-paru dunia. Di dalam kawasan taman nasional hidup empat jenis hewan yang paling langka di dunia yaitu harimau, badak, gajah dan orang hutan. Dengan ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas permukaan air laut menyebabkan hutan di kawasan taman nasional ini kaya dengan tanaman anggrek.







Ini dia sibadak sumatera, badak ini sudah hampir punah, para peneliti bersusah payah meneliti ini badak, karena badak salah satu hewan pemalu, dan selalu bersembunyi di lbatnya hutan, kalo malam mungkin bisa jumpa nih badak di kubangan,,,

Ayo siapa yang tahu ini hewan apa???? namanya babi hutan,, lucu kan babi ini? ckckckck


Iya betullll,,, ini moyet, tapi gak tau jenis apa,,, si kera ini salah satu penghuni gunung lauser,

 Nah ini dia yang paling terkenal dari gunung lauser,, Orang hutan,, sebenarnya orang hutan ini ada di kawasan Bukit  Lawang gunung lauser, gunung lauser sebenarnya berada di 2 propinsi, yaitu di perbatasan aceh dan sumatera utara, ettsss sabar,,, saya akan bercerita tenatang bukit lawang di edisi sumatera utara nantinya...
Ini dia si Bunga Bangkai atau raplesia, salah satu bunga langka yang hidup di hutan tropis DI Indonesia.


Sungai Alas
Di dalam wilayah taman nasional yang banyak digunakan wisatawan untuk kegiatan olahraga arung jeram. Anda penggemar olahraga arungjeram dapat mencoba keganasan Sungai Alas yang mengalir menuju Kabupaten Aceh Selatan sambil menikmati panorama keindahan alam hutan tropis Aceh dan perkampungan rakyat tradisional.



Hutan Rekreasi Gurah
Atau Taman Wisata Lawe Gurah memiliki lokasi yang menarik selain panorama alamnya yang indah. Di sini terdapat sumber air panas, danau air terjun, pengamatan satwa dan tumbuh-tumbuhan. Pengelola hutan wisata ini membangun jalur jalan untuk pengunjung yang menyukai trekking dan juga menara pandang agar para wisatawan dapat mengamati kehidupan hutan hujan Leuser. Kawasan trekking di hutan wisata ini dimulai dari Gurah hingga ke sumber mata air panas di dekat Sungai Alas dengan waktu tempuh selama 5 kilometer atau ke kawasan air terjun pada jarak sekitar 6 km. Pengunjung juga dapat bermalam di perkemahan yang berada di kawasan hutan wisata ini. Penginapan (Guest House) terdapat di Gurah dan Balailutu.



Gunung Kemiri
Dengan ketinggian 3.314 meter di atas permukaan laut memiliki puncak tertinggi ke dua di Taman Nasional Gunung Leuser. Perjalanan ke puncaknya memerlukan waktu lima hingga enam hari. selama trekking di jalur ini anda dapat menyaksikan hewan-hewan seperti orang utan, siamang dan gibon.


Gunung Leuser
Adalah gunung yang ketinggiannya mencapai 3.404 meter berada di atas permukaan air laut yang berada di kawasan taman nasional. Jika memiliki stamina prima, mungkin anda dapat mendakinya hingga ke puncak dengan waktu perjalanan 14 hari. trekking ke puncak leuser dimulai dari Desa Angusan, sebelah barat Blangkejeren.


Gunung Perkinson
Berada di sisi timur taman nasional dan trekking hingga ke puncak gunung setinggi 2.828 meter ini memerlukan waktu tujuh hari. dalam perjalanan ke puncak dapat menemui bunga raflesia pada ketinggian 1.200 meter dan juga hutan lumut.





Gunung Simpali
Memiliki ketinggian 3.270 meter dan perjalanan hingga ke puncaknya memerlukan waktu satu minggu dimulai dari Desa Engkran kemudian menyusuri lembah Sungai Lawe Mamas. Di kawasan ini hidup hewan langka badak. Sungai Lawe Mamas merupakan sungai berarus deras yang menyatu dengan sungai Alas sekitar 15 km di utara Kutacane.